Tercecer, Namun Tidak Terlupakan…

bambam

Ternyata sudah lebih dari 2 minggu nggak ada tulisan baru..  Bulan pertama di tahun 2009 sudah hampir akan terlalui…  Banyak yang tercecer, tidak tertulis, namun sampai saat ini nggak terlupakan..  Dan sepertinya saat ini merupakan waktu yang cukup baik untuk kembali menyalin apa yang menjadi kenangan di kepala dan di hati ke dalam taskecil supaya benar2 nggak akan terlupakan…

Banyak sekali kejadian dan peristiwa..  Ah, begitu menyenangkan, menggemparkan, melelahkan, namun.. kata orang2 kebanyakan.. semua indah pada waktunya…

Kamis, 15 Januari 2009, menghadiri acara “Kopdar Merajut” di Wetiga, yang diprakarsai oleh Ibu Yuliazmi, yang ternyata diliput Kompas untuk rubrik Hobi dan Komunitas yang ternyata lagi dimuat di Kompas Minggu, 18 Januari 2009.  Di acara ini, selain ketemu teman2 “angkatan 1 dan 2”, akhirnya ketemu lagi dengan Dianse, teman baik selama di Semarang.  Sejak beliau menikah, ini adalah pertemuan kedua kami.. sayang, setelah mengantarnya pulang, belum sempat ketemu Istie dan Kea, istri dan anaknya, karena sudah terlalu malam.

Minggu berikutnya merupakan minggu yang sangat2 melelahkan, penuh dengan tugas jaga di RS Qadr..  Dimulai dengan jaga malam di hari Minggu, 18 Januari 2009.  Di hari Selasa, 20 Januari 2009, kena giliran jaga sore-malam.  Lalu hari Kamis, 22 Januari 2009, menggantikan jadwal jaga malam dr. Solihati yang katanya masih di Yogya, selesai jaga hari Jumat-nya, nggak sempat pulang, karena langsung jaga lagi sampai Sabtu pagi.

Sabtu siang, pulang jaga, belum sempat istirahat, malah langsung meluncur lagi ke Apartemen Salemba, buat serah terima kunci.. sebenarnya agak mengecewakan, karena beberapa perbaikan yang dijanjikan katanya akan diselesaikan ternyata belum sepenuhnya selesai dan masih banyak kekurangan…  Yah, apa boleh buat.. terima aja..

Di hari Minggu, 25 Januari 2009, pagi2 mengantar “the Nyonyah” Luki jaga 24 jam di RSPAD Gatot Subroto…  Trus, setelah sesiangan nggak ada kegiatan apa2 selain tidur, untuk menghilangkan jenuh akhirnya malam baru keluar, ketemu Kania dan Belutz di Anomali Coffee, di Jl. Senopati…

Hari Senin, 26 Januari 2009, bersamaan dengan yang katanya perayaan tahun baru Imlek, menjemput Luki yang pulang jaga.. padahal rasanya tidur baru sebentar dan belum puas..  Sebelum pulang sempat mampir makan siang dulu di Warung Daun, Cikini..

Selasa dan Rabu, 27-28 Januari 2009, berhubung sedang diadakan penilaian akreditasi rumah sakit di RS Setia Mitra, akhirnya terpaksa masuk pagi untuk jaga di sana…  Masuk pagi… Sesuatu yang benar2 sangat ingin dihindari, tapi ternyata nggak bisa.. lagi2.. jalani dan terima aja…

Mungkin kurang indah untuk dilihat.. Mungkin terlalu melelahkan untuk dilakukan.. Mungkin kurang bermakna untuk diikuti… Tapi, setelah semua berakhir… Setelah semua dilalui… Setelah semua direnungkan…  Betapa indah persahabatan yang terjalin dari pertemuan… Betapa indah ilmu dan pelajaran yang didapat dari perbuatan dan tindakan… Betapa indah kehangatan dalam kebersamaan… Betapa indah kenangan dalam pengalaman…

Semua kenangan medio Januari 2009… begitu indah… tercecer, namun tidak terlupakan…


2 Responses to “Tercecer, Namun Tidak Terlupakan…”

Leave a Reply