Pemilu, Kartini, dan Semangat Emansipasi…

bambam

Cukup lama tas kecil ini terbengkalai dan nggak ditambahin isinya…  Sepertinya saat ini, ketika akhirnya ketemu kesempatan, mari kita mulai mengisinya lagi…

April ’09, bulan dengan beberapa kegiatan, baik yang rutin maupun yang terjadi setahun sekali, bahkan 5 tahun sekali…  Kegiatan rutin seperti biasa, jaga malam di RS Qadr tiap hari Rabu, di RS Setia Mitra tiap Senin, dan tiap pagi di Apotik Delatinos kalo lagi nggak males dan nggak bangun kesiangan…  Sejauh ini nggak ada kasus aneh yang bener2 aneh.. nggak pernah dapet yang katanya penyakit kaki tangan dan mulut atau terkenal dengan sebutan flu singapur, yang sempat bikin heboh masyarakat Depok…  Anehnya, kenapa jadi sering nerima pasien retensio urine dan pasien hipokalemi ya???

Hari ini, Selasa, 21 April 2009, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kartini..  Banyak cara untuk memperingati hari yang katanya juga hari emansipasi wanita di Indonesia.. ada yang berkebaya di tempat kerja, atau pake batik, dan cara2 lain.. stasiun radio favorit kami, KIS FM 95.1 Jakarta memperingatinya dengan cara hanya memainkan lagu2 yang dinyanyikan oleh perempuan..  Jadi inget jaman di Semarang dulu, waktu masih kuliah bareng2 di Gunung Brintik, Ruang B dan Ruang C.. kami anak2 PerSEn (Persaudaraan Sembilan Enam) atau ada yang nyebut Persenners, merayakannya dengan memakai batik untuk laki2 dan memakai selendang untuk perempuan.. yang jadi pertanyaan saat ini, kenapa jadinya yang pake batik dan sarung saat itu cuma saya aja???

Oya.. tanggal 9 April ’09 kemaren sebagian bangsa Indonesia juga mengikuti acara yang katanya Pesta Demokrasi..  Pemilihan Umum Legislatif dengan cara baru, mencontreng…  Yah, berhubung saya bukan ahli politik, pengamat politik pun bukan, jadi, selamat berpesta aja, dan bersiap untuk menghadiri pesta jilid 2, Pemilu Presiden..  Ngomong2 tentang pesta ini, kenapa sih bagi pasien rawat inap di rumah sakit-rumah sakit pada Pemilu sekarang ini nggak disediakan TPS Keliling seperti Pemilu sebelumnya??  Apakah orang sakit jadi hilang haknya sebagai warga negara??  Apa mereka nggak boleh ikut berpesta seperti saudara2 mereka yang sehat??  Apa mereka harus cuti dari perawatan untuk sebentar menghadiri TPS di daerah tempat tinggal mereka masing2??  Di luar niat mereka yang mungkin sebagian memang mantap untuk mengikuti barisan golongan putih, apakah mereka nggak punya hak untuk memilih wakil mereka di parlemen?? Dengan data dari Depkes tahun 2006, jumlah rumah sakit di Indonesia yang berjumlah 1.292, dengan jumlah tempat tidur 138.451, dengan asumsi di saat Pemilu jumlah tempat tidur itu terisi oleh warga negara yang punya hak pilih sebanyak 40%-nya aja, berarti ada kira2 55 ribuan orang yang hak pilihnya terbengkalai..  Yah, sekali lagi, saya bukan seorang pengamat politik.. pengamat perumahsakitan juga bukan…  Saya juga nggak tau apa yang terjadi di rumah sakit-rumah sakit lain.. yang saya tau di RS Qadr nggak ada TPS untuk pasien…  Semoga nantinya, ketika Pemilu Presiden, hak pasien ini bisa tersalurkan.. atau, apakah semua rumah sakit di Indonesia tutup serentak dan menolak pasien rawat inap bahkan memulangkan dengan paksa para pasien rawat inap ketika hari pemilihan??  Ah.. hanya yang punya kebijakan yang tau..

Jadi.. Selamat ulang tahun wahai Raden Ajeng Kartini, pahlawan emansipasi perempuan Indonesia… Semoga perjuanganmu tidak sia2 hanya dalam perayaan tiap tahunnya…  Kepada para Kartini modern dan Kartini2 muda.. sanggupkah kalian menyelami makna perjuangan RA Kartini dan meneruskan perjuangan luhurnya??  Seperti apakah perjuanganmu?? Dan akan dibawa ke arah mana perjuangan yang telah dirintis almarhumah???

Di hari emansipasi ini juga, ke manakah para pejuang emansipasi??  Mereka yang memperjuangkan persamaan hak untuk memilih dalam Pemilu oleh orang2 sakit yang berbaring di ruang2 perawatan rumah sakit??  Atau akankah hak mereka akan terpasung dalam sepi??  Seperti Pahlawan Kartini berkata dalam bukunya, habis gelap terbitlah terang.. semoga terang segera datang dan menyapa, memberikan jawaban, serta mengembalikan hak orang2 yang terpasung di atas ranjang perawatan rumah sakit..

Aaahh.. hanya sebuah celoteh di Hari Kartini ’09…


2 Responses to “Pemilu, Kartini, dan Semangat Emansipasi…”

Leave a Reply