Kami Berqurban, Idul Adha 1430H.. Sebuah Obituari

bambam

Hari Jumat, 27 November 2009, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1430H, umat Islam di Indonesia bersama dengan saudaranya di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, atau suka disebut juga Idul Qurban, atau bahkan khusus di Indonesia suka disebut sebagai Lebaran Haji.. Bagi yang mampu, hari itu orang2 yang sedang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.. Sementara umat Islam di tanah air menunaikan ibadah sunnah shalat ‘Idul Adha.. Selain ibadah shalat ‘Id, seperti biasa, pada Hari Raya Idul Qurban, dilakukan juga penyembelihan hewan Qurban, yang menurut sejarah dimulai ketika Nabi Ibrahim AS akan mengurbankan anaknya, Nabi Ismail AS, namun kemudian oleh Allah SWT yang dikurbankan diganti dengan Qibas..

Bagi taskecil, Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun2 sebelumnya.. Bukan karena hari raya jatuh pada hari Jumat sehingga ada 2 shalat besar pada satu hari, Shalat ‘Id dan Shalat Jumat.. bukan juga karena kebanyakan pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang diundur ke hari Sabtu keesokannya supaya nggak bentrok dengan Jumatan.. bukan karena itu.. Hari Raya Idul Adha tahun ini terasa lebih istimewa dibanding tahun2 sebelumnya, karena sedikit diselubungi dengan kabut duka bagi keluarga besar kami.. Pada hari itu, Jumat, 27 November 2009, 10 Dzulhijjah 1430H, jam 11.10, Oma kami tercinta, Hj. Djaidah Nurdin, menutup mata selamanya, menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan kami semua, pada usia 85 tahun, ketika sedang didampingi semua anaknya dan sebagian besar cucu dan cicitnya, di rumah beliau di Jl. Cireundeu Indah III/103…

Oma kami, Almarhumah Ibu Hj. Djaidah Nurdin binti Djamil, lahir di Padang, 24 Juni 1924.. Selama 9 tahun terakhir sudah terpisahkan dari suaminya tercinta yang sudah lebih dulu dijemput Sang Maut untuk menghadap Sang Pencipta, Opa kami Almarhum H. Nurdin Halim bin Abdul Halim.. Ketika menutup usia, Oma meninggalkan 9 anak dan 8 menantu, 27 cucu dan 14 cucu menantu, serta 16 orang cicit…

Sebelum meninggal, Oma kami sempat menjalani perawatan di RS Qadr selama lebih kurang seminggu.. karena Oma berkeras selalu minta pulang, Oma kami bawa kembali ke rumahnya, walaupun sebenarnya kondisinya belum memungkinkan untuk dipulangkan.. Selama beberapa hari di rumahnya, kondisi Oma tidak membaik, bahkan semakin merosot, sehingga keluarga besarnya memutuskan untuk meneruskan perawatan medis di rumah, dibantu oleh teman2 perawat dari RS Qadr yang menemani, merawat, dan mengawasi Oma bergantian setiap harinya, serta Zr. Lora dari RS Setia Mitra yang datang setiap hari untuk melakukan perawatan terhadap luka menggaung di punggung Oma.. Setelah menjalani perawatan di rumah selama hampir 2 minggu, setelah semua ikhtiar yang kami lakukan, Sang Khalik berkehendak lain, dan mengutus ajal untuk menjemput Oma kami kembali ke pangkuan-Nya..

Di hari Jumat yang cerah itu, bersamaan dengan ramainya kumandang takbir di Hari Raya Idul Adha yang indah.. kami berqurban.. kami sungguh berqurban, dengan keteguhan hati walau tetap bergetar.. mungkin ini Qurban terbesar yang pernah kami berikan sampai saat ini.. Kami ikhlaskan kepergian orang tua kami, nenek kami, buyut kami.. Oma kami tercinta.. kami lepas beliau pergi ke tempat dan keadaan yang Insya Allah lebih baik.. kami pasrahkan beliau kembali kepada Penciptanya..

Pada kesempatan ini taskecil atas nama Keluarga Besar Almarhumah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman2 perawat dari RS Qadr dan RS Setia Mitra yang telah merawat Oma ketika masih hidup.. saudara2 dari Yayasan Bunga Kamboja yang telah mengurus jenazah Oma.. Udin Rasyid dan temen2 driver ambulance RS Qadr yang telah membantu transportasi perawat, obat2an dan peralatan medis.. Pak Tahril yang telah memimpin membacakan doa setelah shalat jenazah.. Dino Anwar dan Welly Wahab yang telah membantu kelancaran perjalanan jenazah Oma ke makam sebagai voor-rijder.. rekan2 dari Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir yang telah membantu menyiapkan tempat peristirahatan terakhir bagi Oma dan membantu pemakaman Oma.. kepada semua orang yang nggak mungkin disebutkan satu per satu di sini yang telah memberikan bantuan, tenaga, dukungan moral, dan ikut memanjatkan doa untuk Oma.. Terimakasih.. Semoga segala kebaikan dan ketulusan Anda2 semua diberikan ganjaran dan balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT, amiiiinnn..

Terima kasih, Oma..
Untuk segala ilmu, petuah, dan nasihat yang telah Oma berikan selama ini..
Untuk segala kebaikan, perhatian, dan kasih sayang yang telah Oma curahkan selama ini..
Untuk segala keikhlasan Oma memberikan kami kesempatan untuk mengais pahala dan ridha-Nya ketika merawat dan mengurus Oma..
Kami berdoa dan berharap Oma menemukan kedamaian dan ketenangan di sana..
Semoga suatu saat nanti kita semua bisa berkumpul kembali, termasuk bersama Opa tercinta..

Selamat jalan.. Oma…

Oma di hari pernikahan taskecil

Foto terakhir bersama taskecil -- Oma bersama ketujuh anak perempuannya dan satu dari 2 menantu perempuannya di hari pernikahan taskecil, 15 Juni 2008


2 Responses to “Kami Berqurban, Idul Adha 1430H.. Sebuah Obituari”

  • Endys Says:

    Hari jumat 27 november oma pergi. Hari itu sampe hari minggu 29 november belom kerasa. Karena masih rame yg dateng.
    Mulai hari senen tgl 30 november kemaren baru berasa sepinya. Karena gw sehari2 sama oma, dan udah gak ada tamu yg dateng lagi. Jadi berasa bgt oma udah gak ada.
    See u in heaven oma..

  • bambam Says:

    yang sabar dan ikhlas ya ndys…

Leave a Reply