Kids, Don’t Try This at Home!

bambam

Malam ini taskecil kebagian jatah jaga malam di RS Qadr.. dan seperti biasa, kalo lagi nganggur sambil nunggu pasien dateng, taskecil kumpul2 di kamar dokter jaga bareng temen2 perawat sambil ngobrol dan nonton TV.. berhubung TV di ruangan ini nggak didaftarkan ke penyedia layanan TV berlangganan mana pun, jadilah siaran yang bisa ditangkap hanya siaran stasiun TV nasional dan stasiun TV lokal di sekitar Jakarta dan Banten..

Sebenernya taskecil udah sangat jarang menyaksikan siaran stasiun TV dalam negeri, kecuali kalo lagi dinas di RS Qadr.. alasannya karena rasanya makin penuh bertabur iklan, sinetron, dan berita2 skandal.. taskecil lebih memilih nonton siarannya Indovision yang selain TV nasional, atau malah ndengerin radio sekalian, terutama KIS FM Jakarta.. Oya, ngomong2 tentang KIS 95.1 FM Jakarta, tanggal 5 November’09 malam yang lalu, taskecil dan Luki mendapat kesempatan nonton konser band Queen palsu yang katanya “the best Queen tribute show ever”.. Konser yang bertajuk “Queen: It’s a Kinda Magic! Bohemian Rhapsody Live Concert” ini diadakan selama 2 hari, tanggal 5 dan 6 November’09, di Kempinsky Grand Ball Room, Grand Indonesia, Jakarta.. Nah, kebetulan taskecil dapet 2 tiket gratis untuk nonton pertunjukan hari pertama dari KIS FM, setelah beberapa hari sebelumnya iseng2 ikutan kuis dengan ngirim SMS ke stasiun radio ini, dan menang!! Di siang hari tanggal 5 November’09 itu juga taskecil langsung meluncur ke lantai 25 Wisma Nusantara, untuk ketemu Brian Gloss, yang nyerahin langsung tiket gratis untuk 2 orang itu.. Thank you very much, KIS 95.1 FM Jakarta..!!

Ok.. Bukan itu yang sebenernya pengen taskecil ceritain.. kembali ke topik siaran TV.. seperti diceritain tadi, taskecil cuma nonton siaran TV terestrial kalo lagi di Qadr.. dan makin sering nonton, taskecil makin bingung.. Kalo diperhatiin, setiap acara yang mempertontonkan ketangkasan, seperti atraksi sulap atau atraksi ketangkasan lainnya yang mengundang bahaya, pasti akan muncul subtitel di layar TV, yang bilang “adegan berbahaya, jangan ditiru di rumah” atau versi panjangnya yang bilang “dilakukan oleh artis profesional dan terlatih, jangan ditiru di rumah” atau peringatan2 lain yang intinya jangan dilakukan dan ditiru di rumah, karena adegan tersebut sangat berbahaya, apa lagi untuk penonton2 anak yang masih di bawah umur..

Trus.. Apa yang bikin bingung?? Yang bikin taskecil bingung itu, kenapa acara2 sinetron yang sekarang marak dengan adegan tipu muslihat, tampar2an, permusuhan antar anggota keluarga dan sesama, bahkan sampe kekerasan rumah tangga, nggak ada tulisan peringatan seperti itu?? Cuma ada kalimat “cerita ini fiktif belaka, jika ada kesamaan nama dan tokoh hanya kebetulan”.. padahal jelas2 tayangan yang nota bene disiarkan pada jam prime time ini sangat mungkin ditonton oleh anak2 di bawah umur, yang belum bisa ngebedain mana yang baik dan yang buruk, belum bisa memilah mana yang nyata dan mana yang fiktif, yang sangat mungkin kemudian bisa meniru adegan2 yang sangat nggak pantes itu.. di mana tanggung jawab moralnya?? Apa cukup hanya dengan mencantumkan rating usia penonton yang dianjurkan?? Anehnya lagi, kenapa justru makin banyak sih tayangan2 model begitu di slot prime time??

Belum lagi siaran berita, baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari.. Isinya berita2 tentang kekerasan dan perampasan hak orang lain secara paksa semua.. pembunuhan, perampokan, penganiayaan, penipuan, pemerkosaan, korupsi, perkelahian yang berujung tawuran, rekayasa fakta, dan lain-lain, yang bahkan ketika anak kecil pulang dari sekolah pun bisa langsung disuguhi tayangan seperti ini.. Buntut2nya paling bagus cuma ada peringatan bahwa kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan.. Ya, taskecil setuju banget sama pernyataan itu.. kejahatan makin marak karena makin banyak kesempatan bagi semua orang untuk nonton dan mencontoh kelakuan2 tersebut..

Ada lagi acara2 gosip selebritis yang makin banyak dan semakin kuat menarik perhatian para pemasang iklan, yang ikut2an ngajarin masyarakat, terutama anak2 di bawah umur, untuk masuk ke dalam kehidupan hedonisme, perselingkuhan, perselisihan, dan betapa mudahnya perceraian dilakukan dan diputuskan.. seakan-akan mau ngajarin semua orang bahwa nggak ada salahnya untuk membuka aib orang lain, dan nggak perlu nutupin aib diri sendiri..

Bahkan acara2 komedi, acara2 musik, yang awalnya niat dan sifatnya sebagai hiburan untuk semua kelompok umur, semakin banyak mempertontonkan sumpah serapah, celaan2, slapstick kasar, dan bagian2 tubuh sang artis yang berkorelasi erat dengan syahwat.. Jadi makin banyak cicak yang bersuara nyaring.. ckckck.. ckckck..

Kalo begini modelnya, kenapa nggak sekalian aja nyiarin film porno? Nggak usah pada slot prime time deh.. di waktu lewat tengah malam juga nggakpapa.. Apa bedanya?? Bukan berarti taskecil doyan nonton blue film yaa.. dan bukan sebuah anjuran supaya ada siaran film syur lhoo.. tapi..

Katanya film porno dilarang untuk disiarkan karena bertentangan dengan norma moral dan agama.. Bahkan sampe pernah ada sebuah gedung yang terdapat di dalamnya kantor redaksi sebuah majalah yang namanya sama dengan sebuah majalah sensual dari luar negeri yang logonya kepala kelinci, diserbu dan dirusak sekelompok massa karena dianggap menyebarkan pornografi.. ada beberapa artis, yang karena penampilannya, baik dari busana, gerakan, desahan, maupun kebiasaannya mengalami kemben melorot, sempat dicekal dan dianggap sebagai pengumbar pornografi.. Katanya semua itu mencemari norma agama dan tatanan moral yang sudah lama berlaku di masyarakat kita..

Jadi.. sebenernya mana yang lebih merusak masyarakat?? Pornografi, yang udah jelas2 memang diperuntukkan sebagai hiburan bagi yang sudah dewasa dan ada batasan umur untuk menikmatinya.. atau acara berita yang katanya aktual dan serial sinetron lokal, yang sering mempertontonkan kekerasan secara terang2an?? Pornografi yang secara terang2an diperangi namun diam2 banyak penikmatnya secara sembunyi2.. atau berita, sinetron, reality show, dan jenis2 acara lain yang begitu dicintai dan ditunggu kehadirannya oleh masyarakat banyak namun terselubung kesan2 kekerasan dan tindakan amoral lainnya di dalamnya??

Terus terang, taskecil nggak membenci semua itu kok.. taskecil nggak memusuhi berbagai jenis hiburan dan informasi itu kok.. kita semua tetap butuh hiburan.. tapi mungkin, ada baiknya semua acara di televisi itu juga mencantumkan peringatan untuk tidak mencoba melakukannya di rumah, atau di mana pun juga.. karena taskecil sempat beberapa kali dapet pengalaman waktu jaga malam di UGD RS Qadr, datang beberapa pasien tentamen suicidum (percobaan bunuh diri) dengan berbagai macam latar belakang, maksud dan tujuan, serta metodenya, yang terinspirasi dari tontonan2 itu.. mungkin berawal dari peringatan batasan usia yang pantas untuk menikmati, berlanjut dengan peringatan untuk tidak melakukan segala tindakan yang kurang baik di rumah, kemudian kita berharap tontonan2 tersebut bisa ditingkatkan mutu isinya..

Untuk saat ini, mungkin tetap harus kita yang memulai dari diri kita sendiri.. kita yang harus menjadi lebih dewasa dan selektif dalam menentukan tontonan dan hiburan seperti apa yang akan kita saksikan, dan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam menyikapi apa yang kita saksikan.. Lagi pula, di dunia yang katanya saat ini sedang mengalami era globalisasi, jalur informasi nggak hanya bisa diperoleh dari televisi aja.. seorang anak kecil yang melek internet bisa aja mendapat informasi yang kurang pantas bagi dirinya..

Jadi.. Apakah kita perlu mematikan pesawat televisi kita??
Well, cerita ini hanya fiktif belaka.. jadi.. Kids, don’t try this at home..!!!


3 Responses to “Kids, Don’t Try This at Home!”

  • trafsilo Says:

    wow… NIce story… KAyaknya ada Jejak RAditya.com. lagi… PAk Dokter…

  • bambam Says:

    hahahaha… terimakasih trafsilo..

  • irfan Says:

    salam kenal sebelumnya.. 🙂
    membaca cerita mas saya, saya membenarkan hal tersebut. Jika dulu Srimulat bisa menampilkan guyonan yang apik tanpa perlu ‘kekasaran yang ditertawakan’, sekarang hal tersebut hampir tak ada sama sekali.
    ‘Entertainer’ sekarang hampir semuanya menampilkan ‘kekasaran yang ditertawakan’.. Walaupun ada tulisan dibawahnya ‘Property yang digunakan bla.. bla..’. Namun apakah anak kecil mampu mencernanya?

Leave a Reply