Archive for March, 2009

Penjaga Malam, Menyepi Kisahmu Kini…

Hari ini, 25 Maret 2009, Rabu terakhir di bulan Maret ’09.. seperti kebiasaan yang dimulai sejak Februari ’09, setiap Rabu diisi dengan jaga malam di RS Qadr…

Dari sore, pasien Poli Umum/UGD udah cukup banyak, tapi nggak banyak2 banget kok.. yang perlu dicatet, kalo biasanya ketika yang jaga “dokter abam” pasien didominasi pasien anak, maka sore tadi nggak begitu.. waktu jaga sore dari jam 16.00 sampe 21.00, ditemani Endang Kusno, Ana Febrianti, dan Puji Rahayu, sambil sekali2 dibantu sama Purwanti ICU, dan rekan2 anggota PPGBSQ (Persatuan Penggemar Gaple “Balak Satu” Qadr), si maskot Suryata “Yongki Ompong” dan “Joshua Kacang” Murkasan, pasien justru banyak dari orang2 usia lanjut…  Ngomong2.. jangan lapor manajemen rumah sakit ya kalo di dalam rumah sakit ada wadah nggak resmi untuk para penggemar gaple dan kadang2 kami mengadakan pertemuan rutin…

Malamnya, keadaan cukup lengang, hampir tanpa pasien.. mungkin berhubungan dengan hari libur nasional besok dalam rangka Hari Raya Nyepi…  Saat ini aja, bidadari2 yang nemenin jaga di UGD malam ini; Bu Keni, Teh Lina ICU, sama Cholidah Daniaty alias Oi alias Oneng alias Ce-de, udah terlelap menyepi di ruang Poli Umum…  Sementara Anton “nCek nggak punya anjing” Sumantri sama I-eF-Ka (Ivan F. Kusuma) ngobrol2 di luar… Pak Iming yang dengan setia selalu menyiapkan kopi atau teh hangat untuk menemani malam saat ini lagi menyiapkan suguhan kue pancong untuk dinikmati sebagai dorongan kopi… Pak Muhadi sibuk jagain meja pos keamanan merangkap sebagai operator telepon sambil nonton tivi, sementara Haji Mudofir muter2 bawa lampu senter mengelilingi kawasan…  Sementara Kang Endang yang nerusin jaga malam sejak sore lagi asik mendongeng di hadapan para fans-nya…

Si Akang yang terakhir disebut ini konon kabarnya tanggal 14 April 2009 nanti akan dengan resmi meninggalkan dunia Qadr untuk kembali ke pelukan kekasih hati, istri dan putra tercintanya, dan membangun kampung halamannya… Apakah dengan perginya Kang Endang nantinya akan menandakan berakhirnya era kejayaan Jablay Qadr??  Era di mana ketiga anggotanya, Akang-Abang-Abam, sering nongkrong dan merusuh bersama.. era di mana pernah terbentuk “molimo” Qadr dengan anggota para Jablay Qadr plus Dovi dan Atik… akankah canda dan tawa yang selama ini terjadi akan menyepi dengan kepergiannya??  Ah.. malam pun menyepi tak mampu menjawab pertanyaan ini…

Hari akan segera berganti.. beberapa menit lagi Rabu terakhir di Maret ’09 akan berlalu… sampe saat ini pasien pun menyepi seakan enggan untuk hadir dan mewarnai kisah para penjaga malam yang sebenernya nggak merayakan Hari Nyepi…

Malam pun kian menyepi… Penjaga Malam, menyepi kisahmu kini…

Tags:

9 Comments


Bayi dan Aqiqah… Rambut dan Kupluk…

Setelah lebih 2 minggu bulan Maret berlalu, baru sempet nulis lagi.. Sebenernya ini adalah hari ke-20 di bulan Maret’09, dan sebenernya kalo dibilang nggak punya waktu untuk nulis, bohong banget! Waktunya ada, kalo mau disempetin, tapi rasanya kemaren2 waktu terasa sempit sekali.. Akhirnya kembali ke urusan disiplin diri, problem yang sungguh sangat pelik dan mendesak tetapi masih belum bisa ditingkatkan.. Lagipula, urusan disiplin adalah sesuatu yang harus terus dipertahankan, dipelihara, dan ditingkatkan.. Terutama disiplin dalam meluangkan waktu!!

Bulan ini sahabat kami, pasangan mas Riyo dan mbak Yuli, dipercaya oleh ALLAH untuk dititipkan amanah yang diberi nama Muhammad Gamitra Aqilafathi.. Putra pertama dari pasangan ini dilahirkan dengan proses Sectio Cesarea pada 9 Maret 2009, jam 11.40, tepat di hari Maulid Nabi, 12 Rabiul Awal 1430H, dengan berat 3350 gram.. Semoga kelahiran Agha memberi warna dan membawa lebih banyak kebahagian kepada kehidupan orang tuanya, keluarga besarnya, dan lingkungannya, amiiinn..

Selain kelahiran Agha, di bulan ini sahabat kami yang lain, pasangan Ivan Fitria Kusuma dan Yayu Mutiara, melangsungkan acara aqiqah bagi putra kedua mereka, Bintang Ilham Pasha.. Semoga dengan sunnah aqiqah yang telah dijalankan, Bintang akan menjadi anak shalih yang taat beribadah, menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, dan bagaikan bintang yang terang menerangi orang2 di sekitarnya, amiiinn…

Ngomong2 tentang bayi dan anak kecil dari tadi, jadi inget sesuatu.. suatu niat.. yang sebenernya sih, gimana ya? Kalo dibilang serius ya memang serius, tapi kalo dibilang mengada-ada ya bener juga, tergantung cara pandangnya gimana…  Jadi begini.. beberapa waktu yang lalu, punya niat — bukan janji — untuk nggak akan potong rambut sampe putra pertama lahir sudah, kecuali ada kepentingan lain yang mengharuskan.. kepentingan lain ini kalo bisa hanya berupa melanjutkan sekolah lagi ke jenjang pendidikan dan keilmuan yang lebih tinggi, itu pun kalo emang diwajibkan… kalo nggak, yaa akan meneruskan niatan nggak akan potong rambut itu sampe dikaruniai anak..  Inget ya.. hanya nggak akan potong rambut kok, bukan manjangin rambut…

Trus, untuk menghindari conflict of interest, eh, bener nggak sih istilahnya?? jadi pokoknya gini.. konon kabarnya kan profesi dokter itu secara etika harus berpenampilan rapi, padahal udah ada niat nggak motong rambut yang berarti rambut pasti akan berantakan.. itu conflict of interest bukan??  Yah, pokoknya.. untuk menghindari konflik kepentingan itu, jadilah kupluk selalu terpasang di kepala… sekilas info.. bukan.. kupluk ini nggak merajut sendiri, masih belum sanggup.. sekilas info selesai, kembali ke acara sebelumnya..

Sebenernya kebiasaan memakai kupluk sebagai penutup kepala udah lama dilakukan.. kayaknya kalo nggak salah inget sejak Juli 2006.. sebelum Juli ’06 emang beberapa kali pakai kupluk tapi belum jadi kebiasaan.. nah, sejak Juli ’06 itu, pakai kupluk ketika keluar rumah jadi sebuah kebiasaan.. sebenernya sempat bereksperimen dengan beberapa penutup kepala, mulai dari peci, kopiah, fedora, baseball cap, cowboy hat, sampe kupluk.. dan akhirnya pilihan jatuh pada kupluk..  Selama ini kupluk dipakai kalo lagi jalan aja dan acara kumpul2 yang sifatnya nggak resmi.. tapi belakangan ini, kembali karena konflik kepentingan itu tadi, kupluk mulai merambah masuk ke pertemuan2 resmi, seperti simposium, bahkan ketika praktek… sampe sejauh ini sih nggak ada komplain dari pasien.. paling pada nebak dokternya mesti rambutnya gondrong.. yang risih biasanya malah rekan2 kerja, baik teman sejawat dokter maupun perawat dan manajemen rumah sakit.. dan, sekarang jadi punya “nyanyian” baru kalo ketemu orang yang nanyain rambut.. tinggal dijawab, “makanya doain biar aku cepet punya anak..”  Efek lainnya adalah jadi lebih diinget sama pasien.. sebagai dokter umum yang kerja di UGD RS Qadr, biasanya pasien nggak pernah inget nama dokternya.. kalo sekarang, walau sebagian dari mereka juga tetap nggak inget nama, tapi mereka ngertinya dokter yang gondrong dan pake kupluk…

Nah, ketika lagi seneng2nya pake kupluk dan memakai kupluk udah menjadi kebiasaan, ternyata ada juga yang akhirnya dengan berani dan lantang ngelarang… Ceritanya 2 hari yang lalu sebelum jaga di Qadr, mampir dulu di sebuah rumah sakit swasta yang sekarang bernama Mayapada Hospital untuk melamar kerja di sana.. Ngelamar kerja sebagai dokter full-timer di sini atas saran dr. Christian Johannes, SpAn, KIC.. setelah sampai di lokasi, karena dr. Chris sedang ada keperluan akhirnya hanya meninggalkan berkas lamaran aja, dan dijanjikan untuk ketemu hari Senin, 23 Maret 2009.. waktu berbicara di telepon, dr. Chris dengan tegas bilang, “lo jangan pake kupluk ya nanti..”  Nah.. itu dia..!! Selama ini nggak ada yang ngelarang.. paling2 hanya saran untuk potong rambut.. eh… ternyata sekarang ada larangan untuk pake kupluk… gawat tu yee… sebenernya dr. Chris malah nggak melarang rambut gondrong.. beliau malah menyarankan dikuncir aja, tapi jangan pakai kupluk..  Yah, kita lihat aja nanti.. apakah kupluk akan meninggalkan kepala ketika menghadiri pertemuan2 resmi, atau malah ada modifikasi lain…

Hmm.. Ada bayi yang terlahir… ada ibadah aqiqah yang dilaksanakan menyusul sebuah kelahiran…  Ada rambut yang tak kunjung dipotong… ada kupluk yang menutupi kelebihan panjangnya rambut yang ternyata menuai protes dan larangan…

Hidup memang indah… seindah warna aslinya…

Tags: , ,

1 Comment



SetPageWidth