Archive for November, 2009
21 Tahun dengan Pengalaman Selama 9 Tahun..
Posted by bambam in Birthdays, Celoteh Cemar on November 29th, 2009
30 tahun yang lalu pada tanggal yang sama, waktu itu hari Kamis, 29 November 1979.. terlahir seorang bayi yang kemudian diberi nama Arif Abraham Ambril.. yang kemudian sering dipanggil dengan sebutan Bambam atau Abam, dan belakangan ini dikenal sebagai taskecil..
Banyak orang yang memberikan ucapan selamat dan doa sambil bilang, “Welcome to the club,” yang maksudnya selamat bergabung dengan kelompok “Kepala 3″, yang maksudnya lagi kelompok orang2 yang telah berusia 30 tahun atau lebih.. Haha.. mereka semua nggak tau bahwa taskecil belum berumur segitu dan kayaknya masih sangat lama supaya taskecil mencapai usia segitu.. Bahkan sampe saat ini, kalo dilihat dari kelakuannya, taskecil masih berusia 21 tahun.. dengan pengalaman selama 9 tahun di usia ini.. Jadi.. sebenernya taskecil bertambah umurnya terakhir kali 9 tahun yang lalu.. selanjutnya hanya pengalaman sebagai seseorang yang berusia 21 tahun yang bertambah.. It’s nice to be 21.. so careless and free.. 9 tahun yang indah.. dan taskecil makin siap untuk menghadapi tahun2 penuh pengalaman baru berikutnya sebagai bocah berusia 21 tahun..
Peringatan bertambahnya pengalaman tahun ini terasa istimewa.. berbeda dengan tahun2 sebelumnya, tahun ini peristiwa penting ini dirayakan bersama sebagian besar anggota Keluarga Besar Almarhum H. Nurdin Halim.. Hampir semua anak, menantu, cucu, dan cicit almarhum Opa dan almarhumah Oma hadir dan berkumpul di rumah Oma di daerah Cireundeu, tanpa diundang.. karena kebetulan hari ini bertepatan dengan peringatan 3 hari wafatnya Oma kami, Hj. Djaidah Nurdin.. Jadi tahun ini taskecil merayakannya dengan makan malam bersama yang diikuti dengan memanjatkan doa bersama untuk Oma kami yang wafat 2 hari yang lalu..
taskecil bener2 merasa terharu.. taskecil bener2 merasakan betapa besarnya kasih sayang dan perhatian almarhumah.. Beliau seakan mengerti kerinduan taskecil akan perayaan ulang tahun bersama sanak saudara.. taskecil ngerasa bahkan dalam menjelang ajal, Oma udah mempersiapkan kado ulang tahun yang sangat2 berarti, berkumpul bersama sanak famili, dan secara resmi menandakan berdirinya Ikatan Keluarga Besar Alm. H. Nurdin Halim Sutan Kayo.. Terima kasih, Oma.. untuk kado yang indah ini..
Dan kemudian taskecil merasa Allah SWT sangat menyayangi taskecil, dan nggak mau menodai hari berbahagia bagi taskecil ini dengan mengambil Oma dari kami semua di hari ini, dan memanggil Oma untuk menghadap-Nya 2 hari yang lalu.. terbayang di kepala, jika Oma meninggalkan kami semua di hari ini, maka di tahun2 berikutnya nggak ada lagi keindahan hari ulang tahun, justru akan diingat sebagai hari Oma meninggal.. Terima kasih, Ya Allah.. untuk segala berkah dan rahmah yang telah, sedang, dan akan Kau limpahkan kepada hamba..
Dan malam ini taskecil juga bersyukur sekali, karena untuk kedua kalinya setelah tahun lalu, taskecil ditemani seorang istri yang begitu sabar dan penuh kasih sayang di hari ulang tahun ini, Luki Kusumaningtyas.. Setibanya di rumah setelah pulang dari Cireundeu beberapa saat yang lalu, kami meniup lilin di atas kue ulang tahun yang udah dia siapkan, berdua, dan kemudian memotong dan memakan sebagian kue itu bersama.. dan sepertinya sebentar lagi taskecil akan mendapatkan kado istimewa dari Luki sebelum hari ini berakhir..
29 November 2009.. Hari penuh dengan peristiwa dan peringatan..
Peringatan Hari Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri)..
Peringatan 30 tahun lahirnya Arif Abraham Ambril..
Peringatan 9 tahun berpengalaman di usia 21 tahun bagi Bambam..
Peringatan ulang tahun kedua yang ditemani istri bagi taskecil..
Peringatan 3 hari perginya Oma..
Hari pertama berdirinya Ikatan Keluarga Besar Sutan Kayo..
Terima kasih yang sebesar-besarnya dan dengan ketulusan dari lubuk hati paling dalam kepada mereka2 yang telah mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan taskecil hari ini.. terimakasih…
Kami Berqurban, Idul Adha 1430H.. Sebuah Obituari
Posted by bambam in Dermaga Diri on November 28th, 2009
Hari Jumat, 27 November 2009, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1430H, umat Islam di Indonesia bersama dengan saudaranya di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, atau suka disebut juga Idul Qurban, atau bahkan khusus di Indonesia suka disebut sebagai Lebaran Haji.. Bagi yang mampu, hari itu orang2 yang sedang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.. Sementara umat Islam di tanah air menunaikan ibadah sunnah shalat ‘Idul Adha.. Selain ibadah shalat ‘Id, seperti biasa, pada Hari Raya Idul Qurban, dilakukan juga penyembelihan hewan Qurban, yang menurut sejarah dimulai ketika Nabi Ibrahim AS akan mengurbankan anaknya, Nabi Ismail AS, namun kemudian oleh Allah SWT yang dikurbankan diganti dengan Qibas..
Bagi taskecil, Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun2 sebelumnya.. Bukan karena hari raya jatuh pada hari Jumat sehingga ada 2 shalat besar pada satu hari, Shalat ‘Id dan Shalat Jumat.. bukan juga karena kebanyakan pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang diundur ke hari Sabtu keesokannya supaya nggak bentrok dengan Jumatan.. bukan karena itu.. Hari Raya Idul Adha tahun ini terasa lebih istimewa dibanding tahun2 sebelumnya, karena sedikit diselubungi dengan kabut duka bagi keluarga besar kami.. Pada hari itu, Jumat, 27 November 2009, 10 Dzulhijjah 1430H, jam 11.10, Oma kami tercinta, Hj. Djaidah Nurdin, menutup mata selamanya, menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan kami semua, pada usia 85 tahun, ketika sedang didampingi semua anaknya dan sebagian besar cucu dan cicitnya, di rumah beliau di Jl. Cireundeu Indah III/103…
Oma kami, Almarhumah Ibu Hj. Djaidah Nurdin binti Djamil, lahir di Padang, 24 Juni 1924.. Selama 9 tahun terakhir sudah terpisahkan dari suaminya tercinta yang sudah lebih dulu dijemput Sang Maut untuk menghadap Sang Pencipta, Opa kami Almarhum H. Nurdin Halim bin Abdul Halim.. Ketika menutup usia, Oma meninggalkan 9 anak dan 8 menantu, 27 cucu dan 14 cucu menantu, serta 16 orang cicit…
Sebelum meninggal, Oma kami sempat menjalani perawatan di RS Qadr selama lebih kurang seminggu.. karena Oma berkeras selalu minta pulang, Oma kami bawa kembali ke rumahnya, walaupun sebenarnya kondisinya belum memungkinkan untuk dipulangkan.. Selama beberapa hari di rumahnya, kondisi Oma tidak membaik, bahkan semakin merosot, sehingga keluarga besarnya memutuskan untuk meneruskan perawatan medis di rumah, dibantu oleh teman2 perawat dari RS Qadr yang menemani, merawat, dan mengawasi Oma bergantian setiap harinya, serta Zr. Lora dari RS Setia Mitra yang datang setiap hari untuk melakukan perawatan terhadap luka menggaung di punggung Oma.. Setelah menjalani perawatan di rumah selama hampir 2 minggu, setelah semua ikhtiar yang kami lakukan, Sang Khalik berkehendak lain, dan mengutus ajal untuk menjemput Oma kami kembali ke pangkuan-Nya..
Di hari Jumat yang cerah itu, bersamaan dengan ramainya kumandang takbir di Hari Raya Idul Adha yang indah.. kami berqurban.. kami sungguh berqurban, dengan keteguhan hati walau tetap bergetar.. mungkin ini Qurban terbesar yang pernah kami berikan sampai saat ini.. Kami ikhlaskan kepergian orang tua kami, nenek kami, buyut kami.. Oma kami tercinta.. kami lepas beliau pergi ke tempat dan keadaan yang Insya Allah lebih baik.. kami pasrahkan beliau kembali kepada Penciptanya..
Pada kesempatan ini taskecil atas nama Keluarga Besar Almarhumah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman2 perawat dari RS Qadr dan RS Setia Mitra yang telah merawat Oma ketika masih hidup.. saudara2 dari Yayasan Bunga Kamboja yang telah mengurus jenazah Oma.. Udin Rasyid dan temen2 driver ambulance RS Qadr yang telah membantu transportasi perawat, obat2an dan peralatan medis.. Pak Tahril yang telah memimpin membacakan doa setelah shalat jenazah.. Dino Anwar dan Welly Wahab yang telah membantu kelancaran perjalanan jenazah Oma ke makam sebagai voor-rijder.. rekan2 dari Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir yang telah membantu menyiapkan tempat peristirahatan terakhir bagi Oma dan membantu pemakaman Oma.. kepada semua orang yang nggak mungkin disebutkan satu per satu di sini yang telah memberikan bantuan, tenaga, dukungan moral, dan ikut memanjatkan doa untuk Oma.. Terimakasih.. Semoga segala kebaikan dan ketulusan Anda2 semua diberikan ganjaran dan balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT, amiiiinnn..
Terima kasih, Oma..
Untuk segala ilmu, petuah, dan nasihat yang telah Oma berikan selama ini..
Untuk segala kebaikan, perhatian, dan kasih sayang yang telah Oma curahkan selama ini..
Untuk segala keikhlasan Oma memberikan kami kesempatan untuk mengais pahala dan ridha-Nya ketika merawat dan mengurus Oma..
Kami berdoa dan berharap Oma menemukan kedamaian dan ketenangan di sana..
Semoga suatu saat nanti kita semua bisa berkumpul kembali, termasuk bersama Opa tercinta..
Selamat jalan.. Oma…

Foto terakhir bersama taskecil -- Oma bersama ketujuh anak perempuannya dan satu dari 2 menantu perempuannya di hari pernikahan taskecil, 15 Juni 2008
taskecil dan iPhone 3G
Posted by bambam in Celoteh Cemar on November 23rd, 2009
Weleh.. nggak terasa ternyata udah lebih dari 4 bulan, taskecil nggak dibongkar-bongkar, apalagi ditambahin isinya.. Alasannya sungguh sangat klise, nggak punya waktu dan nggak sempet untuk berkisah dan berceloteh.. Padahal dalam waktu 4 bulan kemaren ini, banyak banget kejadian yang sebenernya udah mau “dimuntahin” ke dalam taskecil, tapi ya itu tadi.. keburu nggak sempet.. Naaahh, untung, barusan aja waktu lagi browsing AppStore, ketemu aplikasi WordPress ver. 2.0 for iPhone.. langsung download, dan ceritanya ini postingan buat ngejajal.. yaaahhh.. mudah2an bisa memudahkan posting dan nggak ada lagi alasan nggak sempet..
4 bulan udah lewat sejak celotehan panjang terakhir di sini.. banyak kejadian terlewatkan tanpa sempat taskecil berkomentar.. mulai dari perjalanan taskecil ke Pulau Bali untuk ikutan sebuah simposium internasional sekaligus berlibur di akhir Juli ’09 sampe awal Agustus ’09.. jalan2 ke Kota Solo pasca lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1430 H (sekali lagi mohon maaf lahir batin) untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar buyutnya Luki (mohon doa untuk umur panjang dan kesehatan beliau) di bulan September ’09.. rencana berlibur sekalian pulang basamo ke Kota Padang yang akhirnya terpaksa dibatalkan karena kejadian gempa tektonik yang meluluhlantakkan kota tersebut (turut berduka kepada seluruh korban dan keluarganya — turut berduka juga untuk korban gempa di daerah2 lain), disusul Oma kami tercinta, Ibu Djaidah Nurdin yang jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di RS Qadr (mohon doanya untuk kesembuhan beliau, yang sampe saat ini masih terbaring di kamarnya) di bulan Oktober ’09..
Bulan2 belakangan ini juga diramaikan dan dipusingkan dengan perselisihan dan pertarungan antara cicak dan buaya, yang entah berhubungan atau nggak, juga menyebabkan lesunya perdagangan tokek, di tengah2 gencarnya promosi Komodo sebagai keajaiban dunia yang baru.. Semoga reptil2 tersebut menemukan kedamaian di alamnya masing2.. Amiiiiiinnnn..
Daripada nganga ngadep ngetan memperhatikan tingkah polah para reptil, kayaknya lebih baik ngatur jadwal main bola di lapangan di belakang RS Qadr, yang dalam waktu dekat terancam ditutup, yang konon kabarnya untuk pembangunan gedung baru RS Qadr.. Semoga pengurus baru Persidar bisa memaksimalkan waktu yang tersisa demi kemajuan persepakbolaan Keluarga Besar RS Qadr..
Sebagai penutup, mari kita doakan rekan2 kita, keluarga kita, yang lagi berada nun jauh di sana, di tanah Arab, yang lagi menunaikan ibadah Haji, semoga dimudahkan dalam perjalanannya, diberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengagungkan nama-Nya, dan pulang membawa kemenangan sebagai Haji Mabrur, amiiiiinnn.. Kepada dr. Effie dan dr. Inti, Pak Hanapi, Pak Burhan, Bu Icik.. kami nantikan kedatangannya di tanah air dengan selamat dan tanpa kurang apa pun..
iPhone dalam taskecil.. taskecil dalam iPhone.. di tengah pertikaian reptil dalam mempertahankan eksistensinya.. kita perhatikan dan kawal bersama program 100 hari taskecil pasca WordPress 2.0 for iPhone..