Posts Tagged ‘Qadr’
Kids, Don’t Try This at Home!
Posted by bambam in Celoteh Cemar on December 3rd, 2009
Malam ini taskecil kebagian jatah jaga malam di RS Qadr.. dan seperti biasa, kalo lagi nganggur sambil nunggu pasien dateng, taskecil kumpul2 di kamar dokter jaga bareng temen2 perawat sambil ngobrol dan nonton TV.. berhubung TV di ruangan ini nggak didaftarkan ke penyedia layanan TV berlangganan mana pun, jadilah siaran yang bisa ditangkap hanya siaran stasiun TV nasional dan stasiun TV lokal di sekitar Jakarta dan Banten..
Sebenernya taskecil udah sangat jarang menyaksikan siaran stasiun TV dalam negeri, kecuali kalo lagi dinas di RS Qadr.. alasannya karena rasanya makin penuh bertabur iklan, sinetron, dan berita2 skandal.. taskecil lebih memilih nonton siarannya Indovision yang selain TV nasional, atau malah ndengerin radio sekalian, terutama KIS FM Jakarta.. Oya, ngomong2 tentang KIS 95.1 FM Jakarta, tanggal 5 November’09 malam yang lalu, taskecil dan Luki mendapat kesempatan nonton konser band Queen palsu yang katanya “the best Queen tribute show ever”.. Konser yang bertajuk “Queen: It’s a Kinda Magic! Bohemian Rhapsody Live Concert” ini diadakan selama 2 hari, tanggal 5 dan 6 November’09, di Kempinsky Grand Ball Room, Grand Indonesia, Jakarta.. Nah, kebetulan taskecil dapet 2 tiket gratis untuk nonton pertunjukan hari pertama dari KIS FM, setelah beberapa hari sebelumnya iseng2 ikutan kuis dengan ngirim SMS ke stasiun radio ini, dan menang!! Di siang hari tanggal 5 November’09 itu juga taskecil langsung meluncur ke lantai 25 Wisma Nusantara, untuk ketemu Brian Gloss, yang nyerahin langsung tiket gratis untuk 2 orang itu.. Thank you very much, KIS 95.1 FM Jakarta..!!
Ok.. Bukan itu yang sebenernya pengen taskecil ceritain.. kembali ke topik siaran TV.. seperti diceritain tadi, taskecil cuma nonton siaran TV terestrial kalo lagi di Qadr.. dan makin sering nonton, taskecil makin bingung.. Kalo diperhatiin, setiap acara yang mempertontonkan ketangkasan, seperti atraksi sulap atau atraksi ketangkasan lainnya yang mengundang bahaya, pasti akan muncul subtitel di layar TV, yang bilang “adegan berbahaya, jangan ditiru di rumah” atau versi panjangnya yang bilang “dilakukan oleh artis profesional dan terlatih, jangan ditiru di rumah” atau peringatan2 lain yang intinya jangan dilakukan dan ditiru di rumah, karena adegan tersebut sangat berbahaya, apa lagi untuk penonton2 anak yang masih di bawah umur..
Trus.. Apa yang bikin bingung?? Yang bikin taskecil bingung itu, kenapa acara2 sinetron yang sekarang marak dengan adegan tipu muslihat, tampar2an, permusuhan antar anggota keluarga dan sesama, bahkan sampe kekerasan rumah tangga, nggak ada tulisan peringatan seperti itu?? Cuma ada kalimat “cerita ini fiktif belaka, jika ada kesamaan nama dan tokoh hanya kebetulan”.. padahal jelas2 tayangan yang nota bene disiarkan pada jam prime time ini sangat mungkin ditonton oleh anak2 di bawah umur, yang belum bisa ngebedain mana yang baik dan yang buruk, belum bisa memilah mana yang nyata dan mana yang fiktif, yang sangat mungkin kemudian bisa meniru adegan2 yang sangat nggak pantes itu.. di mana tanggung jawab moralnya?? Apa cukup hanya dengan mencantumkan rating usia penonton yang dianjurkan?? Anehnya lagi, kenapa justru makin banyak sih tayangan2 model begitu di slot prime time??
Belum lagi siaran berita, baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari.. Isinya berita2 tentang kekerasan dan perampasan hak orang lain secara paksa semua.. pembunuhan, perampokan, penganiayaan, penipuan, pemerkosaan, korupsi, perkelahian yang berujung tawuran, rekayasa fakta, dan lain-lain, yang bahkan ketika anak kecil pulang dari sekolah pun bisa langsung disuguhi tayangan seperti ini.. Buntut2nya paling bagus cuma ada peringatan bahwa kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan.. Ya, taskecil setuju banget sama pernyataan itu.. kejahatan makin marak karena makin banyak kesempatan bagi semua orang untuk nonton dan mencontoh kelakuan2 tersebut..
Ada lagi acara2 gosip selebritis yang makin banyak dan semakin kuat menarik perhatian para pemasang iklan, yang ikut2an ngajarin masyarakat, terutama anak2 di bawah umur, untuk masuk ke dalam kehidupan hedonisme, perselingkuhan, perselisihan, dan betapa mudahnya perceraian dilakukan dan diputuskan.. seakan-akan mau ngajarin semua orang bahwa nggak ada salahnya untuk membuka aib orang lain, dan nggak perlu nutupin aib diri sendiri..
Bahkan acara2 komedi, acara2 musik, yang awalnya niat dan sifatnya sebagai hiburan untuk semua kelompok umur, semakin banyak mempertontonkan sumpah serapah, celaan2, slapstick kasar, dan bagian2 tubuh sang artis yang berkorelasi erat dengan syahwat.. Jadi makin banyak cicak yang bersuara nyaring.. ckckck.. ckckck..
Kalo begini modelnya, kenapa nggak sekalian aja nyiarin film porno? Nggak usah pada slot prime time deh.. di waktu lewat tengah malam juga nggakpapa.. Apa bedanya?? Bukan berarti taskecil doyan nonton blue film yaa.. dan bukan sebuah anjuran supaya ada siaran film syur lhoo.. tapi..
Katanya film porno dilarang untuk disiarkan karena bertentangan dengan norma moral dan agama.. Bahkan sampe pernah ada sebuah gedung yang terdapat di dalamnya kantor redaksi sebuah majalah yang namanya sama dengan sebuah majalah sensual dari luar negeri yang logonya kepala kelinci, diserbu dan dirusak sekelompok massa karena dianggap menyebarkan pornografi.. ada beberapa artis, yang karena penampilannya, baik dari busana, gerakan, desahan, maupun kebiasaannya mengalami kemben melorot, sempat dicekal dan dianggap sebagai pengumbar pornografi.. Katanya semua itu mencemari norma agama dan tatanan moral yang sudah lama berlaku di masyarakat kita..
Jadi.. sebenernya mana yang lebih merusak masyarakat?? Pornografi, yang udah jelas2 memang diperuntukkan sebagai hiburan bagi yang sudah dewasa dan ada batasan umur untuk menikmatinya.. atau acara berita yang katanya aktual dan serial sinetron lokal, yang sering mempertontonkan kekerasan secara terang2an?? Pornografi yang secara terang2an diperangi namun diam2 banyak penikmatnya secara sembunyi2.. atau berita, sinetron, reality show, dan jenis2 acara lain yang begitu dicintai dan ditunggu kehadirannya oleh masyarakat banyak namun terselubung kesan2 kekerasan dan tindakan amoral lainnya di dalamnya??
Terus terang, taskecil nggak membenci semua itu kok.. taskecil nggak memusuhi berbagai jenis hiburan dan informasi itu kok.. kita semua tetap butuh hiburan.. tapi mungkin, ada baiknya semua acara di televisi itu juga mencantumkan peringatan untuk tidak mencoba melakukannya di rumah, atau di mana pun juga.. karena taskecil sempat beberapa kali dapet pengalaman waktu jaga malam di UGD RS Qadr, datang beberapa pasien tentamen suicidum (percobaan bunuh diri) dengan berbagai macam latar belakang, maksud dan tujuan, serta metodenya, yang terinspirasi dari tontonan2 itu.. mungkin berawal dari peringatan batasan usia yang pantas untuk menikmati, berlanjut dengan peringatan untuk tidak melakukan segala tindakan yang kurang baik di rumah, kemudian kita berharap tontonan2 tersebut bisa ditingkatkan mutu isinya..
Untuk saat ini, mungkin tetap harus kita yang memulai dari diri kita sendiri.. kita yang harus menjadi lebih dewasa dan selektif dalam menentukan tontonan dan hiburan seperti apa yang akan kita saksikan, dan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam menyikapi apa yang kita saksikan.. Lagi pula, di dunia yang katanya saat ini sedang mengalami era globalisasi, jalur informasi nggak hanya bisa diperoleh dari televisi aja.. seorang anak kecil yang melek internet bisa aja mendapat informasi yang kurang pantas bagi dirinya..
Jadi.. Apakah kita perlu mematikan pesawat televisi kita??
Well, cerita ini hanya fiktif belaka.. jadi.. Kids, don’t try this at home..!!!
Kami Berqurban, Idul Adha 1430H.. Sebuah Obituari
Posted by bambam in Dermaga Diri on November 28th, 2009
Hari Jumat, 27 November 2009, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1430H, umat Islam di Indonesia bersama dengan saudaranya di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, atau suka disebut juga Idul Qurban, atau bahkan khusus di Indonesia suka disebut sebagai Lebaran Haji.. Bagi yang mampu, hari itu orang2 yang sedang menunaikan ibadah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.. Sementara umat Islam di tanah air menunaikan ibadah sunnah shalat ‘Idul Adha.. Selain ibadah shalat ‘Id, seperti biasa, pada Hari Raya Idul Qurban, dilakukan juga penyembelihan hewan Qurban, yang menurut sejarah dimulai ketika Nabi Ibrahim AS akan mengurbankan anaknya, Nabi Ismail AS, namun kemudian oleh Allah SWT yang dikurbankan diganti dengan Qibas..
Bagi taskecil, Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun2 sebelumnya.. Bukan karena hari raya jatuh pada hari Jumat sehingga ada 2 shalat besar pada satu hari, Shalat ‘Id dan Shalat Jumat.. bukan juga karena kebanyakan pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang diundur ke hari Sabtu keesokannya supaya nggak bentrok dengan Jumatan.. bukan karena itu.. Hari Raya Idul Adha tahun ini terasa lebih istimewa dibanding tahun2 sebelumnya, karena sedikit diselubungi dengan kabut duka bagi keluarga besar kami.. Pada hari itu, Jumat, 27 November 2009, 10 Dzulhijjah 1430H, jam 11.10, Oma kami tercinta, Hj. Djaidah Nurdin, menutup mata selamanya, menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggalkan kami semua, pada usia 85 tahun, ketika sedang didampingi semua anaknya dan sebagian besar cucu dan cicitnya, di rumah beliau di Jl. Cireundeu Indah III/103…
Oma kami, Almarhumah Ibu Hj. Djaidah Nurdin binti Djamil, lahir di Padang, 24 Juni 1924.. Selama 9 tahun terakhir sudah terpisahkan dari suaminya tercinta yang sudah lebih dulu dijemput Sang Maut untuk menghadap Sang Pencipta, Opa kami Almarhum H. Nurdin Halim bin Abdul Halim.. Ketika menutup usia, Oma meninggalkan 9 anak dan 8 menantu, 27 cucu dan 14 cucu menantu, serta 16 orang cicit…
Sebelum meninggal, Oma kami sempat menjalani perawatan di RS Qadr selama lebih kurang seminggu.. karena Oma berkeras selalu minta pulang, Oma kami bawa kembali ke rumahnya, walaupun sebenarnya kondisinya belum memungkinkan untuk dipulangkan.. Selama beberapa hari di rumahnya, kondisi Oma tidak membaik, bahkan semakin merosot, sehingga keluarga besarnya memutuskan untuk meneruskan perawatan medis di rumah, dibantu oleh teman2 perawat dari RS Qadr yang menemani, merawat, dan mengawasi Oma bergantian setiap harinya, serta Zr. Lora dari RS Setia Mitra yang datang setiap hari untuk melakukan perawatan terhadap luka menggaung di punggung Oma.. Setelah menjalani perawatan di rumah selama hampir 2 minggu, setelah semua ikhtiar yang kami lakukan, Sang Khalik berkehendak lain, dan mengutus ajal untuk menjemput Oma kami kembali ke pangkuan-Nya..
Di hari Jumat yang cerah itu, bersamaan dengan ramainya kumandang takbir di Hari Raya Idul Adha yang indah.. kami berqurban.. kami sungguh berqurban, dengan keteguhan hati walau tetap bergetar.. mungkin ini Qurban terbesar yang pernah kami berikan sampai saat ini.. Kami ikhlaskan kepergian orang tua kami, nenek kami, buyut kami.. Oma kami tercinta.. kami lepas beliau pergi ke tempat dan keadaan yang Insya Allah lebih baik.. kami pasrahkan beliau kembali kepada Penciptanya..
Pada kesempatan ini taskecil atas nama Keluarga Besar Almarhumah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman2 perawat dari RS Qadr dan RS Setia Mitra yang telah merawat Oma ketika masih hidup.. saudara2 dari Yayasan Bunga Kamboja yang telah mengurus jenazah Oma.. Udin Rasyid dan temen2 driver ambulance RS Qadr yang telah membantu transportasi perawat, obat2an dan peralatan medis.. Pak Tahril yang telah memimpin membacakan doa setelah shalat jenazah.. Dino Anwar dan Welly Wahab yang telah membantu kelancaran perjalanan jenazah Oma ke makam sebagai voor-rijder.. rekan2 dari Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir yang telah membantu menyiapkan tempat peristirahatan terakhir bagi Oma dan membantu pemakaman Oma.. kepada semua orang yang nggak mungkin disebutkan satu per satu di sini yang telah memberikan bantuan, tenaga, dukungan moral, dan ikut memanjatkan doa untuk Oma.. Terimakasih.. Semoga segala kebaikan dan ketulusan Anda2 semua diberikan ganjaran dan balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT, amiiiinnn..
Terima kasih, Oma..
Untuk segala ilmu, petuah, dan nasihat yang telah Oma berikan selama ini..
Untuk segala kebaikan, perhatian, dan kasih sayang yang telah Oma curahkan selama ini..
Untuk segala keikhlasan Oma memberikan kami kesempatan untuk mengais pahala dan ridha-Nya ketika merawat dan mengurus Oma..
Kami berdoa dan berharap Oma menemukan kedamaian dan ketenangan di sana..
Semoga suatu saat nanti kita semua bisa berkumpul kembali, termasuk bersama Opa tercinta..
Selamat jalan.. Oma…

Foto terakhir bersama taskecil -- Oma bersama ketujuh anak perempuannya dan satu dari 2 menantu perempuannya di hari pernikahan taskecil, 15 Juni 2008
taskecil dan iPhone 3G
Posted by bambam in Celoteh Cemar on November 23rd, 2009
Weleh.. nggak terasa ternyata udah lebih dari 4 bulan, taskecil nggak dibongkar-bongkar, apalagi ditambahin isinya.. Alasannya sungguh sangat klise, nggak punya waktu dan nggak sempet untuk berkisah dan berceloteh.. Padahal dalam waktu 4 bulan kemaren ini, banyak banget kejadian yang sebenernya udah mau “dimuntahin” ke dalam taskecil, tapi ya itu tadi.. keburu nggak sempet.. Naaahh, untung, barusan aja waktu lagi browsing AppStore, ketemu aplikasi WordPress ver. 2.0 for iPhone.. langsung download, dan ceritanya ini postingan buat ngejajal.. yaaahhh.. mudah2an bisa memudahkan posting dan nggak ada lagi alasan nggak sempet..
4 bulan udah lewat sejak celotehan panjang terakhir di sini.. banyak kejadian terlewatkan tanpa sempat taskecil berkomentar.. mulai dari perjalanan taskecil ke Pulau Bali untuk ikutan sebuah simposium internasional sekaligus berlibur di akhir Juli ’09 sampe awal Agustus ’09.. jalan2 ke Kota Solo pasca lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1430 H (sekali lagi mohon maaf lahir batin) untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar buyutnya Luki (mohon doa untuk umur panjang dan kesehatan beliau) di bulan September ’09.. rencana berlibur sekalian pulang basamo ke Kota Padang yang akhirnya terpaksa dibatalkan karena kejadian gempa tektonik yang meluluhlantakkan kota tersebut (turut berduka kepada seluruh korban dan keluarganya — turut berduka juga untuk korban gempa di daerah2 lain), disusul Oma kami tercinta, Ibu Djaidah Nurdin yang jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di RS Qadr (mohon doanya untuk kesembuhan beliau, yang sampe saat ini masih terbaring di kamarnya) di bulan Oktober ’09..
Bulan2 belakangan ini juga diramaikan dan dipusingkan dengan perselisihan dan pertarungan antara cicak dan buaya, yang entah berhubungan atau nggak, juga menyebabkan lesunya perdagangan tokek, di tengah2 gencarnya promosi Komodo sebagai keajaiban dunia yang baru.. Semoga reptil2 tersebut menemukan kedamaian di alamnya masing2.. Amiiiiiinnnn..
Daripada nganga ngadep ngetan memperhatikan tingkah polah para reptil, kayaknya lebih baik ngatur jadwal main bola di lapangan di belakang RS Qadr, yang dalam waktu dekat terancam ditutup, yang konon kabarnya untuk pembangunan gedung baru RS Qadr.. Semoga pengurus baru Persidar bisa memaksimalkan waktu yang tersisa demi kemajuan persepakbolaan Keluarga Besar RS Qadr..
Sebagai penutup, mari kita doakan rekan2 kita, keluarga kita, yang lagi berada nun jauh di sana, di tanah Arab, yang lagi menunaikan ibadah Haji, semoga dimudahkan dalam perjalanannya, diberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengagungkan nama-Nya, dan pulang membawa kemenangan sebagai Haji Mabrur, amiiiiinnn.. Kepada dr. Effie dan dr. Inti, Pak Hanapi, Pak Burhan, Bu Icik.. kami nantikan kedatangannya di tanah air dengan selamat dan tanpa kurang apa pun..
iPhone dalam taskecil.. taskecil dalam iPhone.. di tengah pertikaian reptil dalam mempertahankan eksistensinya.. kita perhatikan dan kawal bersama program 100 hari taskecil pasca WordPress 2.0 for iPhone..
Musim Liburan Telah Tiba…
Posted by bambam in Activities on June 30th, 2009
Musim liburan anak2 sekolah udah berlangsung untuk beberapa hari.. musim liburan telah tiba.. yang berarti musim khitanan, baik massal maupun perorangan, juga udah hadir dan siap memberikan rejeki kepada siapa pun yang ingin memanfaatkannya… rejeki untuk anak yang disunat, maupun rejeki untuk yang nyunat..
Kebetulan untuk musim libur pertengahan 2009 ini, taskecil dipercaya untuk menangani khitanan massal di 2 tempat.. yang pertama di Masjid Al-Hikmah di belakang Gedung Jakarta Theater di daerah Thamrin, yang kedua di Bandara Soekarno-Hatta..
Untuk proyek pertama yang di Mesjid Al-Hikmah Thamrin, tanggal 28 Juni 2009, taskecil ditawari oleh teman lama waktu masih sekolah di SMA 8 Jakarta dan ketemu lagi di Semarang, Ira Rachmayani.. Setelah beberapa hari sebelumnya sempet beberapa kali ketemu untuk rundingan, negosiasi, dan tanda tangan kontrak untuk acara khitanan massal yang rencananya diikuti oleh 50 orang anak, akhirnya di hari Minggu yang cerah itu khitanan massal dilakukan, dengan membuka 3 meja tindakan, dan taskecil membawa tim sejumlah 8 orang di luar taskecil sendiri, yang terdiri dari Pak Haji Hanapi Kadim, Kangmas Triyanto beserta Mbak Atun, Mas Sedyantoro Kurniawan dan Mbak Win, Mbak Sukeni, Puji Rahayu, dan Rosa Wati… Walau sebelum mulai sempat ada musibah mas Tri ngelindes selang hydran yang melintang di parkiran (salah siapa coba naro selang kok melintang di jalan umum??), akhirnya acara khitanan di sini berakhir sebelum azan zhuhur dengan jumlah yang dikhitan sekitar 40an.. kata panitianya, jumlah peserta lebih kecil dari target karena ada beberapa anak yang udah daftar hari itu malah nggak hadir…
Proyek kedua lebih heboh lagi.. kali ini taskecil ikut dengan tim RS Qadr.. acara khitanannya diadakan oleh Perum Angkasa Pura II, di Bandara Soekarno-Hatta, tanggal 30 Juni 2009, dengan peserta yang dikhitan mencapai 500 orang.. Sesuai dengan technical meeting yang diadakan hari Jumat, 26 Juni 2009, yang dipimpin oleh Bapak H. Emong Wiharja, di lokasi udah disiapin 25 meja tindakan, dan taskecil kebagian supervisi untuk Tim 5, meja 21-25.. Walau jumlahnya begitu banyak, nggak ada kejadian yang luar biasa.. selain karena tim dari RS Qadr yang emang bawa banyak orang, kasus2 sulit bisa langsung dikonsulkan ke dr. Kamal Anas, SpB, salah satu dokter spesialis bedah umum yang berpraktek di RS Qadr, yang juga hadir di lokasi sebagai penanggung jawab medis dan konsulen… Tim berangkat dari RS Qadr jam 7 pagi, dan acara selesai bersamaan dengan azan zhuhur berkumandang, dan jam 2 siang Tim udah sampe lagi di RS Qadr…
Musim liburan anak sekolah.. sebagian mengisinya dengan berlibur ke luar kota atau bahkan luar negeri, sebagian mengisinya dengan diam di rumah, sebagian lagi mengisinya dengan mencari sekolah baru, dan segelintir lagi mengisinya dengan tetap mencari rejeki dengan acara sunatan massal..
Ah.. semoga ke depannya masih banyak musim2 khitanan massal, eh, musim2 liburan lainnya…
Persidar 1 – MRFC 1
Posted by bambam in Activities on June 27th, 2009
Sabtu, 27 Juni 2009, akhirnya main bola lapangan besar lagi..
Kali ini pertandingan persahabatan antara Persidar RS Qadr dengan MRFC Cilandak.. pertandingan perdana, dari rencananya akan ada pertandingan2 atau sparring2 lain di antara kedua tim ini di masa mendatang..
Rencananya permainan akan dimulai jam 15.30, tapi terpaksa diundur, karena MRFC terlambat dateng ke lapangan.. kok bisa terlambat?? kenapa terlambat?? begini ceritanya…
Malam sebelumnya, abis latihan futsal rutin di Champions, Jl. Ampera Raya, sebenernya udah diomongin tentang rencana akan sparring sepak bola lapangan besar di lapangan RS Qadr.. dan sebagian besar udah setuju untuk kumpul di rumah Udin Knex jam 14.00, untuk berangkat bareng, dan sebagian lagi berencana berangkat sendiri.. tapi, ternyata, waktu hari H, sampe jam 14.30 yang dateng baru 6 orang..!! Udin Knex, Ajo, Lenk-Q, Ivan, Salim Fahri, dan taskecil berpanas-panasan di counter HP di depan rumah si Udin Knex, sambil coba menghubungi temen2 yang lain.. Peju Rohmani nggak bisa berangkat karena ada sodaranya yang sunatan.. Jali juga katanya harus dateng ke acara sunatan.. Akang Ari nggak bisa berangkat.. Ridwan Cuke katanya mau nyusul langsung kalo keburu.. Usman Acong mau langsung ke lapangan.. Wayan nggak bisa berangkat karena harus nungguin rumah.. weleh.. nggak kerasa udah jam 15.00.. Akhirnya diputuskan berangkat langsung aja dengan jumlah seadanya.. karena tersedia 2 mobil, jadilah mobil pertama berangkat duluan dengan isi 4 orang, yang terdiri dari taskecil, Salim Fahri, Lenk-Q, dan Ivan, langsung menuju lapangan RS Qadr, sementara mobil kedua yang sementara berisi Udin dan Ajo mampir dulu ke Taman Cilandak buat jemput beberapa pemain cabutan…
Sesampainya di lapangan bola di pinggir jalan tol Jakarta-Merak, di belakang RS Qadr, si Acong udah nungguin dengan stok minumannya.. sebenernya emang niat bawain minuman dingin apa mau promosi sih Cong?? Tim dari Persidar juga udah bersiap.. jadilah langsung permainan dimulai setelah pada ganti kostum.. di sini bener2 keliatan ketidaksiapan MRFC.. udah dateng terlambat, nggak punya seragam pula..!! Tapi the show must go on… permainan tetap dilaksanakan 2 babak.. dan setelah ada kejadian kecil waktu Tomi dari MRFC beradu kepala dengan Markum dari Persidar yang mengakibatkan Tomi terkapar di tengah lapangan untuk beberapa saat dan nggak sanggup untuk mengikuti kelanjutan permainan, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.. hasil yang cukup memuaskan untuk kedua pihak, mengingat keduanya sama2 turun nggak dengan kekuatan penuh dan hari yang terlanjur kesorean..
Berbagi hasil imbang, 1-1, di pertemuan pertama… semoga benar2 melambangkan persahabatan yang akan terjalin ke depannya di antara kedua tim…
Bravo MRFC..!!
Bravo Persidar..!!
Bravo sepakbola Indonesia..!!
Kehidupan.. Datang Kemudian Pergi…
Posted by bambam in Celoteh Cemar on May 22nd, 2009
Hmm.. sudah mendekati akhir Mei ’09.. ada banyak hal baru yang diperoleh.. ada beberapa hal yang terlepas dan hanya akan menjadi kenangan di kemudian hari… beberapa orang dihinggapi rasa bahagia dengan kehadiran anggota keluarga dan sahabat baru, sementara beberapa sahabat ditinggalkan oleh kerabat mereka tercinta…
Banyak orang bilang masa SMA adalah masa terindah… Ada juga sebagian orang yang bilang justru masa2 ketika menjadi mahasiswa adalah masa yang paling penuh warna2 indah yang menghiasi kehidupan mereka.. Entah mana yang benar, hanya masing2 pribadi yang bisa menilai… Dan entah apakah pernyataan kedua, bahwa masa terindah adalah ketika jadi mahasiswa, bagi segelintir orang2 ini.. beberapa mahasiswa yang menjalani magang di RS Qadr…
Sejak Februari ’09 lalu, RS Qadr ketempatan beberapa mahasiswa magang… 3 orang dari D3 Perumahsakitan FKUI, dan 4 orang dari STIKES Banten… Mereka; Rima, Nisa, Fina, Deny, Ria, Hanny, Fitri, menjalani periode magang selama 3 bulan (katanya), sampai 14 Mei ’09 kemaren… Konon kabarnya, beberapa bagian di mana mereka ditempatkan ketika magang merasa sangat terbantu oleh kehadiran mereka, terutama rekan2 yang berhubungan langsung dengan mereka… Bahkan ada beberapa dari mereka yang mengikuti kegiatan yang sebenernya nggak rutin untuk mahasiswa magang.. seperti Rima dan Fina yang ikut membantu kegiatan screening baksos katarak, atau Deny yang ikut memperkuat kesebelasan Persidar Qadr dalam pertandingan sepak bola dan futsal.. Di bawah bimbingan Ketua Diklat RS Qadr, Ibu Hj. Rosnawati, SH, mereka bekerja magang setiap hari Senin sampai Kamis setiap minggunya.. dan karena Seksi Diklat punya acara dwimingguan, mereka juga yang dimintain tolong untuk membantu kelancaran acara…
Kamis, 14 Mei 2009, sesudah acara Diklat dengan topik Kedaruratan Obstetri: Pre-eklamsia dan Eklamsia, dengan pembicara dr. Anita Setiawati, SpOG, secara nggak resmi para mahasiswa magang ini, diwakili Deny, Hanny, Rima, Nisa, dan Fina mengundurkan diri dari RS Qadr, karena periode magang mereka udah berakhir, dan berpamitan secara nggak resmi ke pihak rumah sakit, yang diwakili oleh Bu Ros sendiri..

Rima di acara baksos katarak, April'09

Saat jadi penjaga buku absen Diklat, bersama mbak Anita

Berpose sebelum diklat 30 April '09 dimulai

Fina mbantuin narasumber dengan slide

Keriuhan di ruang rekam medik bersama Ajie Pujiono

Berpose bersama aDul Piero waktu makan2 klaapertaart saat pamitan, 15 April'09
Banyak masukan dan manfaat yang dirasakan RS Qadr dengan kehadiran mereka2 ini.. Secara pribadi, taskecil mengucapkan terimakasih kepada mereka ini, karena udah memberi warna yang berbeda pada rutinitas di Qadr.. Semoga apa yang telah mereka lakukan di Qadr memberi kesan yang baik, dan bisa membuat Qadr menjadi lebih baik… Begitu juga sebaliknya, semoga banyak hal yang mereka dapat dan pelajari selama menjalani masa magang untuk masa2 hidup di depan mereka yang masih panjang…
Yang jelas, selama 3 bulan terakhir, taskecil dan RS Qadr telah mendapatkan sahabat2 muda baru, yang sepertinya masa2 bersama mereka ini akan meninggalkan kesan dalam kenangan.. dan di pertengahan Mei ’09 ini kami kehilangan muka2 segar, tingkah2 lucu, dan celoteh2 rame mereka, yang selama 3 bulan terakhir udah memberikan semburat keindahan dalam rutinitas keseharian.. Bagaimana pun juga, secara resmi mereka ini sudah menjadi sahabat muda taskecil..

Rima dan Nisa bersama taskecil, dan sebotol kosong teh botol Sosro
Mereka yang sanak keluarganya telah meninggal dunia di bulan ini, kami turut berduka cita dan berbelasungkawa, dan semoga almarhum/almarhumah diberikan tempat yang baik dan layak di sisi ALLAH Yang Kuasa..
Sahabat2 yang melanjutkan kisah hidupnya yang ternyata saat ini berjalan berlainan arah dan memaksa kita untuk berpisah, kami ucapkan selamat jalan, semoga sukses, dan semoga kebaikan dari Yang Maha Penyayang selalu menyelimuti langkahmu.. besar harapan suatu saat kita bisa berkumpul dan bercanda bersama lagi..
Ah.. hidup dan kehidupan.. siang dan malam.. akan selalu diwarnai oleh yang datang dan yang pergi…
Selamat Jalan Kang Endang…
Posted by bambam in Activities, Celoteh Cemar on May 15th, 2009
Sebuah berita dari RS Qadr..
Telah berpulang ke kampung halamannya di Tasik dan meninggalkan kita semua warga Qadr.. Teman kita, sahabat kita, saudara kita, ENDANG KUSNO, terhitung mulai akhir April ’09 (kalo nggak salah), untuk berkumpul kembali bersama orang tuanya, serta kembali ke pelukan istri dan anaknya tercinta…

Endang Kusno, Amd.Kep., lahir tanggal 17 Agustus 1977, bergabung dengan RS Qadr sejak tahun 2000.. Terakhir di RS Qadr bekerja sebagai Perawat UGD.. Selama bekerja di Qadr dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, ringan tangan, dan senang bercanda, baik dengan rekan kerja maupun dengan pasien, walau nggak jarang juga bersitegang dengan pasien dan/atau keluarganya serta dengan rekan sekerja ketika beliau tersinggung atau sedang mengalami gangguan mood.. Pada pertengahan 2007 ikut serta sebagai perintis Gerakan Cinta Qadr bersama Abam, Andri, Dovi, dan Atik (dua nama terakhir sudah lebih dulu meninggalkan Qadr).. Pada akhir masa kerjanya di Qadr, tokoh yang selalu punya banyak cerita lucu, terkenal enak untuk diajak bertukar jam dinas, dan sering curang ketika main catur dan main gaple ini belakangan sering pulang pergi Tasik-Tangerang untuk melampiaskan rindunya terhadap keluarganya tercinta…
Kang Endang.. Banyak kisah yang udah kita lalui bersama… mulai dari bermalam, merusuh, dan menggila di Qadr dan nginep di kontrakan di belakang.. nyunat bareng, dari sekitar Tangerang sampai ke Tanah Abang (dengan korban jarinya Toro).. bermalam di Cilandak.. nongkrong dan minum2 di Summarecon Mall Serpong.. jaga malam bersama di UGD dengan kegiatan rutin main gaple.. nyari celana renang dan mainan untuk Nizwar.. sampai ikut sibuk ngurusin acara midodareni dan pernikahan… keceriaan itu.. tawa dan canda itu.. mungkin tak akan terulang kembali.. tapi semoga selalu menjadi kenangan indah bagi kita semua…
Dan akhirnya.. setelah sekian lama tertunda.. tanpa pesta dan tanpa hura-hura, diadakan penyerahan kenang2an untuk Endang Kusno, pada tanggal 13 Mei 2009, di Ruang UGD, RS Qadr.. Kenang2an yang terbuat dari batu kali dan dikerik oleh tangan terampil Sjarifudin Anwar atau lebih dikenal sebagai Dino dari Batu Kerik, semoga menjadi lambang persahabatan yang kokoh bagaikan batu, namun jika tidak dipelihara akan terkikis seperti batu yang dikerik… Semoga Kang Endang berkenan dengan persembahan sederhana ini..



Selamat berpisah Kang Endang Kusno, teman kami, sahabat kami, saudara kami, guru kami… semoga engkau menemukan kehidupan yang lebih baik di sana… dan jangan sampai kau lupakan Qadr sebagai salah satu alma mater-mu… Semoga kita diberikan kesempatan oleh Yang Kuasa untuk berkumpul dan bersama lagi…
Selamat jalan, Akang…
Katarak.. Baksos.. Habis Gelap Terbitlah Terang…
Posted by bambam in Activities on April 27th, 2009
Akhir pekan terakhir di bulan April ’09 bener2 seru.. melelahkan.. tapi menyenangkan.. hari Jumat dan Sabtu yang rame.. penuh dengan kegiatan yang memberi warna berbeda dengan hari2 lainnya..
Jumat, 24 April 2009, ada screening untuk persiapan pra-operasi acara bakti sosial operasi katarak massal di RS Qadr.. Acara ini hasil kerjasama Persatuan Ikatan Istri Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) Pusat, PERDAMI Jaya, dan Dinkes Kabupaten Tangerang.. Acara yang berlangsung 2 hari ini dimulai dengan acara screening ini.. Sekitar 300an orang calon pasien yang datang nggak hanya dari sekitar RS Qadr, tapi dari wilayah2 se-Kabupaten Tangerang, sampai Situ Gintung, bahkan dari Rawamangun, mengantri dari pagi untuk melakukan pemeriksaan screening yang meliputi pendaftaran dan pemeriksaan kelengkapan administrasi, pengukuran berat badan dan tekanan darah, pemeriksaan visus, pengukuran tonometri, pemeriksaan gula darah sewaktu, pengukuran lensa mata, pencukuran bulu mata, dan tanda tangan surat ijin operasi… Banyak pasien langganan RS Qadr yang kaget dengan penuhnya tempat parkir oleh ambulans2 milik Puskesmas dan kendaraan lain yang mengantar para calon pasien operasi katarak.. dokter2 tetap yang berpraktek di Qadr sampe merelakan parkir di luar portal, bahkan lapangan bola pun disulap jadi lapangan parkir sementara…
Sabtu, 25 April 2009, pelaksanaan bakti sosial operasi katarak massal dilaksanakan.. Pengunjung nggak serame hari sebelumnya, karena hari ini hanya yang udah lolos pemeriksaan awal aja yang datang bersama pengantarnya… Dari 300an orang yang di hari sebelumnya ikutan screening, bersisa kurang lebih 102 orang yang akan melaksanakan operasi katarak.. Acara dimulai dengan sambutan2 dari yang berkepentingan, trus baru acara inti, pelaksanaan operasi dimulai, kira2 jam 10an… Sebelum dilakukan operasi, terhadap masing2 peserta dilakukan lagi pengukuran tekanan darah, dan bagi yang ternyata tekanan darahnya tinggi, maka pelaksanaan operasi terhadapnya dibatalkan.. ih.. ini bahasa ribet banget… dan dari 100an orang itu, akhirnya hanya 93 orang yang dioperasi.. Alhamdulillah semua acara berjalan dengan baik dan lancar, walaupun konon kabarnya ada alat yang terlambat sampe di RS Qadr karena konon kabarnya lagi terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Merak karena ada truk dengan muatan saos dan kecap terbalik di jalan tol (kebetulan korban dibawa oleh ambulan Jasa Marga ke RS Qadr juga), dan kurang lebih jam 20.00 hari itu, semua peserta selesai dioperasi dengan baik… Tinggal acara besoknya, Minggu, 26 April ’09, para peserta akan menjalani pemeriksaan post-operasi, yang nggak seheboh 2 hari ini…
Terimakasih untuk semua yang udah terlibat dalam akhir pekan yang seru ini.. Terimakasih kepada para Kartini masa kini yang tergabung dalam Persatuan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam acara ini.. setidaknya, habis gelap terbitlah terang bagi para pasien bakti sosial operasi katarak massal kali ini…
Wahai Raden Ajeng Kartini, lihatlah para penerusmu ini.. yang telah mewujudkan kata2mu.. habis gelap terbitlah terang.. setelah sekian lama gelap karena katarak, saat ini puluhan orang menyongsong terangnya hari setelah operasi..
Penjaga Malam, Menyepi Kisahmu Kini…
Posted by bambam in Activities on March 26th, 2009
Hari ini, 25 Maret 2009, Rabu terakhir di bulan Maret ’09.. seperti kebiasaan yang dimulai sejak Februari ’09, setiap Rabu diisi dengan jaga malam di RS Qadr…
Dari sore, pasien Poli Umum/UGD udah cukup banyak, tapi nggak banyak2 banget kok.. yang perlu dicatet, kalo biasanya ketika yang jaga “dokter abam” pasien didominasi pasien anak, maka sore tadi nggak begitu.. waktu jaga sore dari jam 16.00 sampe 21.00, ditemani Endang Kusno, Ana Febrianti, dan Puji Rahayu, sambil sekali2 dibantu sama Purwanti ICU, dan rekan2 anggota PPGBSQ (Persatuan Penggemar Gaple “Balak Satu” Qadr), si maskot Suryata “Yongki Ompong” dan “Joshua Kacang” Murkasan, pasien justru banyak dari orang2 usia lanjut… Ngomong2.. jangan lapor manajemen rumah sakit ya kalo di dalam rumah sakit ada wadah nggak resmi untuk para penggemar gaple dan kadang2 kami mengadakan pertemuan rutin…
Malamnya, keadaan cukup lengang, hampir tanpa pasien.. mungkin berhubungan dengan hari libur nasional besok dalam rangka Hari Raya Nyepi… Saat ini aja, bidadari2 yang nemenin jaga di UGD malam ini; Bu Keni, Teh Lina ICU, sama Cholidah Daniaty alias Oi alias Oneng alias Ce-de, udah terlelap menyepi di ruang Poli Umum… Sementara Anton “nCek nggak punya anjing” Sumantri sama I-eF-Ka (Ivan F. Kusuma) ngobrol2 di luar… Pak Iming yang dengan setia selalu menyiapkan kopi atau teh hangat untuk menemani malam saat ini lagi menyiapkan suguhan kue pancong untuk dinikmati sebagai dorongan kopi… Pak Muhadi sibuk jagain meja pos keamanan merangkap sebagai operator telepon sambil nonton tivi, sementara Haji Mudofir muter2 bawa lampu senter mengelilingi kawasan… Sementara Kang Endang yang nerusin jaga malam sejak sore lagi asik mendongeng di hadapan para fans-nya…
Si Akang yang terakhir disebut ini konon kabarnya tanggal 14 April 2009 nanti akan dengan resmi meninggalkan dunia Qadr untuk kembali ke pelukan kekasih hati, istri dan putra tercintanya, dan membangun kampung halamannya… Apakah dengan perginya Kang Endang nantinya akan menandakan berakhirnya era kejayaan Jablay Qadr?? Era di mana ketiga anggotanya, Akang-Abang-Abam, sering nongkrong dan merusuh bersama.. era di mana pernah terbentuk “molimo” Qadr dengan anggota para Jablay Qadr plus Dovi dan Atik… akankah canda dan tawa yang selama ini terjadi akan menyepi dengan kepergiannya?? Ah.. malam pun menyepi tak mampu menjawab pertanyaan ini…
Hari akan segera berganti.. beberapa menit lagi Rabu terakhir di Maret ’09 akan berlalu… sampe saat ini pasien pun menyepi seakan enggan untuk hadir dan mewarnai kisah para penjaga malam yang sebenernya nggak merayakan Hari Nyepi…
Malam pun kian menyepi… Penjaga Malam, menyepi kisahmu kini…
Bayi dan Aqiqah… Rambut dan Kupluk…
Posted by bambam in Celoteh Cemar on March 20th, 2009
Setelah lebih 2 minggu bulan Maret berlalu, baru sempet nulis lagi.. Sebenernya ini adalah hari ke-20 di bulan Maret’09, dan sebenernya kalo dibilang nggak punya waktu untuk nulis, bohong banget! Waktunya ada, kalo mau disempetin, tapi rasanya kemaren2 waktu terasa sempit sekali.. Akhirnya kembali ke urusan disiplin diri, problem yang sungguh sangat pelik dan mendesak tetapi masih belum bisa ditingkatkan.. Lagipula, urusan disiplin adalah sesuatu yang harus terus dipertahankan, dipelihara, dan ditingkatkan.. Terutama disiplin dalam meluangkan waktu!!
Bulan ini sahabat kami, pasangan mas Riyo dan mbak Yuli, dipercaya oleh ALLAH untuk dititipkan amanah yang diberi nama Muhammad Gamitra Aqilafathi.. Putra pertama dari pasangan ini dilahirkan dengan proses Sectio Cesarea pada 9 Maret 2009, jam 11.40, tepat di hari Maulid Nabi, 12 Rabiul Awal 1430H, dengan berat 3350 gram.. Semoga kelahiran Agha memberi warna dan membawa lebih banyak kebahagian kepada kehidupan orang tuanya, keluarga besarnya, dan lingkungannya, amiiinn..
Selain kelahiran Agha, di bulan ini sahabat kami yang lain, pasangan Ivan Fitria Kusuma dan Yayu Mutiara, melangsungkan acara aqiqah bagi putra kedua mereka, Bintang Ilham Pasha.. Semoga dengan sunnah aqiqah yang telah dijalankan, Bintang akan menjadi anak shalih yang taat beribadah, menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, dan bagaikan bintang yang terang menerangi orang2 di sekitarnya, amiiinn…
Ngomong2 tentang bayi dan anak kecil dari tadi, jadi inget sesuatu.. suatu niat.. yang sebenernya sih, gimana ya? Kalo dibilang serius ya memang serius, tapi kalo dibilang mengada-ada ya bener juga, tergantung cara pandangnya gimana… Jadi begini.. beberapa waktu yang lalu, punya niat — bukan janji — untuk nggak akan potong rambut sampe putra pertama lahir sudah, kecuali ada kepentingan lain yang mengharuskan.. kepentingan lain ini kalo bisa hanya berupa melanjutkan sekolah lagi ke jenjang pendidikan dan keilmuan yang lebih tinggi, itu pun kalo emang diwajibkan… kalo nggak, yaa akan meneruskan niatan nggak akan potong rambut itu sampe dikaruniai anak.. Inget ya.. hanya nggak akan potong rambut kok, bukan manjangin rambut…
Trus, untuk menghindari conflict of interest, eh, bener nggak sih istilahnya?? jadi pokoknya gini.. konon kabarnya kan profesi dokter itu secara etika harus berpenampilan rapi, padahal udah ada niat nggak motong rambut yang berarti rambut pasti akan berantakan.. itu conflict of interest bukan?? Yah, pokoknya.. untuk menghindari konflik kepentingan itu, jadilah kupluk selalu terpasang di kepala… sekilas info.. bukan.. kupluk ini nggak merajut sendiri, masih belum sanggup.. sekilas info selesai, kembali ke acara sebelumnya..
Sebenernya kebiasaan memakai kupluk sebagai penutup kepala udah lama dilakukan.. kayaknya kalo nggak salah inget sejak Juli 2006.. sebelum Juli ’06 emang beberapa kali pakai kupluk tapi belum jadi kebiasaan.. nah, sejak Juli ’06 itu, pakai kupluk ketika keluar rumah jadi sebuah kebiasaan.. sebenernya sempat bereksperimen dengan beberapa penutup kepala, mulai dari peci, kopiah, fedora, baseball cap, cowboy hat, sampe kupluk.. dan akhirnya pilihan jatuh pada kupluk.. Selama ini kupluk dipakai kalo lagi jalan aja dan acara kumpul2 yang sifatnya nggak resmi.. tapi belakangan ini, kembali karena konflik kepentingan itu tadi, kupluk mulai merambah masuk ke pertemuan2 resmi, seperti simposium, bahkan ketika praktek… sampe sejauh ini sih nggak ada komplain dari pasien.. paling pada nebak dokternya mesti rambutnya gondrong.. yang risih biasanya malah rekan2 kerja, baik teman sejawat dokter maupun perawat dan manajemen rumah sakit.. dan, sekarang jadi punya “nyanyian” baru kalo ketemu orang yang nanyain rambut.. tinggal dijawab, “makanya doain biar aku cepet punya anak..” Efek lainnya adalah jadi lebih diinget sama pasien.. sebagai dokter umum yang kerja di UGD RS Qadr, biasanya pasien nggak pernah inget nama dokternya.. kalo sekarang, walau sebagian dari mereka juga tetap nggak inget nama, tapi mereka ngertinya dokter yang gondrong dan pake kupluk…
Nah, ketika lagi seneng2nya pake kupluk dan memakai kupluk udah menjadi kebiasaan, ternyata ada juga yang akhirnya dengan berani dan lantang ngelarang… Ceritanya 2 hari yang lalu sebelum jaga di Qadr, mampir dulu di sebuah rumah sakit swasta yang sekarang bernama Mayapada Hospital untuk melamar kerja di sana.. Ngelamar kerja sebagai dokter full-timer di sini atas saran dr. Christian Johannes, SpAn, KIC.. setelah sampai di lokasi, karena dr. Chris sedang ada keperluan akhirnya hanya meninggalkan berkas lamaran aja, dan dijanjikan untuk ketemu hari Senin, 23 Maret 2009.. waktu berbicara di telepon, dr. Chris dengan tegas bilang, “lo jangan pake kupluk ya nanti..” Nah.. itu dia..!! Selama ini nggak ada yang ngelarang.. paling2 hanya saran untuk potong rambut.. eh… ternyata sekarang ada larangan untuk pake kupluk… gawat tu yee… sebenernya dr. Chris malah nggak melarang rambut gondrong.. beliau malah menyarankan dikuncir aja, tapi jangan pakai kupluk.. Yah, kita lihat aja nanti.. apakah kupluk akan meninggalkan kepala ketika menghadiri pertemuan2 resmi, atau malah ada modifikasi lain…
Hmm.. Ada bayi yang terlahir… ada ibadah aqiqah yang dilaksanakan menyusul sebuah kelahiran… Ada rambut yang tak kunjung dipotong… ada kupluk yang menutupi kelebihan panjangnya rambut yang ternyata menuai protes dan larangan…
Hidup memang indah… seindah warna aslinya…





